Sabtu, 28 April 2012

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Investasi


Nama: Mikha Paricha
NPM: 24211485
Kelas: 1EB08 

A.         Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Investasi

Kekuatan ekonomi utama yang menentukan investasi adalah hasil biaya investasi yang ditentukan oleh kebijakan tingkat bunga dan pajak, serta harapan mengenai masa dean (Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus, 1993, 18, 3).

Faktor-faktor penentu investasi sangat tergantung pada situasi di masa depan yang sulit untuk diramalkan, maka investasi merupakan komponen yang paling mudah berubah.

Penanaman modal dalam negeri memberikan peranan dalam pembangunan ekonomi di Negara-negara sedang berkembang. Hal ini terjadi dalam berbagai bentuk. Modal investasi mampu mengurangi kekurangan tabungan dan melalui pemasukan peralatan modal dan bahan mentah dengan demikian menaikkan laju pemasaran modal. Selain itu, tabungan dan investasi yang rendah mencermikan kurangnya modal di Negara keterbelakangan teknologi. Bersama dengan modal uang dan modal fisik, modal investasi yang membawa serta keterampilan teknik, tenaga ahli, pengalaman organisasi, informasi pasar, teknik-teknik produksi maju, pembaharuan produk, dan lain-lain. Selain itu juga melatih tenaga kerja setempat pada keahlian baru. Semua ini pada akhirnya akan mempercepat pembangunan ekonomi Negara terbelakang. Pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya dan tahun yang akan datang sangat mempengaruhi peneneman modal asing ke dalam negeri.

Ada beberapa factor yang mempengaruhi Investasi, antara lain:

·         Nilai Tukar
Secara teoritis dapmpak perubahan tingkat/nilai tukar dengan investasi bersifat uncertainty (tidak pasti. Shikawa (1994), mengatakan pengaruh tingkat kurs yang berubah pada investasi dapat lagsung lewat beberapa saluran, perubahan kurs tersebut akan berpengaruh pada dua saluran, sisi permintaan dan sisi penawaran domestic. Dalam jangka pendek, penurunan tingkat nilai tukar akan mengurangi investasi melalui pengaruh negativenya pada absorbs domestik atau yang dikenal dengan expenditure reducing effect. Karna penurunan tingka kurs ini akan menyebabkan nilai riil asset maasyarakat yang disebabkan kenaikan tingkat harga-harga secara umum dan selanjutnya akan menurunkan permintaan domestic masyarakat. Gejala diatasi pada tingkat perusahaan akan direspon dengan penurunan pada pengeluaran/alokasi modal pada investasi.

Pada sisi penewaran, pengaruh aspek pengalihan pengeluaran (expenditure switching) akan perubahan tingkat kurs pada investasi relative tidak menentu. Panurunan nilai tukar mata uang domestic akan menaikkan produk-roduk import yang diukur dengan mata uang domestic dan ekspor (traded goods) ralatif terhadap barang-barang yang tidak diperdagangkan (non treaded goods), sehingga didapatkan kenyataannya nilai tukar mata uang domestic akan mendorong ekspansi investasi pada barang-barang perdagangan tersebut.

·         Tingkat Suku Bunga
Tingkat bunga mempunyai pengaruh signifikan pada dorongan untuk berinvestasi. Pada kegiatan produksi, pengolahan barang-barang modal atua bahan baku produksi memerlukan modal (input) lain untuk menghasilkan output/barang final.
·         Tingkat Inflasi
Tingkat inflasi berpengaruh negative pada tingkat investasi hal ini disebabkan karna tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflsai yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jauh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relative. Dismping itu menurut greene dan pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro.

Di Indonesia kenaikan tingkat inflasi yang cukup besar biasanya akan diikuti dengan kenaikan tigkat suku bunga perbankan. Dapat dipahami, dalam upayanya menurunkan tingkat inflasi yang membumbung, pemerintahan sering menggunakan kebijakan moneter uang ketat (tigh money policy). Dengan demikian tingkat inflasi domestic juga berpengaruh pada investasi secara tida langsung melali pengaruhnya pada tingkat bunga domestik.

·         Suku Bunga
Suku bunga merupakan factor yang sangat penting dalam menarik investasi karna sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka akan medorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.

·         Pendapatan nasional per kapita untuk tingkat Negara (nasional) dan PDRB per kapita untuk tingkat provinsi dan kota atau kabupaten
Pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita merupakan cermin daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli masyarakat suatu Negara atau daerah (yang dicerminkan oleh Pendapatan nasional per kapita atau PDRB perkapita) maka akan menarik Negara atau daerah tersebut untuk berinvestasi.

·         Kondisi Sarana dan Prsarana
Investasi membutuhkan sarana dan prasarana pendukung. sarana dan prasarana pendukung tersebut meliputi sarana dan prasarana transportasi, komunikasi, utilitas, pembuangan limbah, dan lain-lain. Contoh sarana dan prasarana transportasi: jalan, terminal, pelabuhan, Bandar udara dan lain-lain. Telekomunikasi: jaringan telepon kabel maupun nirkabel, jaringan internet, prasarana dan asrana pos. sedangkan contoh dari utilitas: air bersih, listrik, dan lain-lain.

·         Birokrasi Perijinan
Birokrasi Perijinan merupakan factor yang sangat penting dalam mempengaruhi investasi karena birokrasi yang panjang memperbesar biaya bagi investor. Birokrasi yang panjang memperbesar biaya bagi pengusaha karena akan memperpanjang waktu beurursan dengan aparat. Padahal bagi pengusaha, watu adalah uang. Kemungkinan yang lain, birokrasi yang panjang membuka peluang oknum aparat pemerintah untuk menarik suap dari para pengusaha dalam rangka memperpendek birokrasi tersebut.

·         Kualitas SDM
Manusia yang berkualitas akhir-akhir ini merupakan daya tarik investasi yang cukup penting. Sebabnya adalah teknologi yang dipakai oleh para pengusaha makin lama makin modern. Teknologi tersebut menuntut keterampilan lebih dari tenaga kerja.

·         Peraturan dan undang-undang ketenaga kerjaan
Peraturan undag-undang ketenagakerjaan ini antara lain menyangkut peraturan tentang pemutusan hubungan kerja (PHK), upah minimum, kontrak kerja, dan lain-lain.

·         Stabilitas polotik dan Keamanan
Stabilitas polotik dan Keamanan penting bagi investor karena akan menjamin kelangsungan investasinya untuk jangka panjang.

·         Faktor-faktor social budaya
Contoh faktor social budaya ini misalnya selera masyarakat terhadap makanan. Orang jawa pedalaman misalnya lebih senang masakan yang manis rasanya, sedangkan orang jawa pesisiran lebih senang maskan yang asin rasanya.


B.         Faktor-faktor Penentu Pertumbuhan dan Perubahan Ekonomi

1)      Faktor Sumber Daya Manusia,
Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

2)      Faktor Sumber Daya Alam,
Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

3)      Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.

4)      Faktor Budaya,
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.

5)      Sumber Daya Modal,
Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.


Pertumbuhan ekonomi suatu Negara sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan ekonomi bangsanya, karena jika pertumbuhan ekonomi di sebuah Negara tau di sebuah daerah mengalami kenaikan maka rakyatya pun dapat hidup sejahtera. Sama halnya dengan yang terjadi pada Negara Indonesia, jika perekonomian Indonesia mengalami penurunan maka sangat berpengaruh dengan kesejahteraan rakyatnya. Beberapa faktor di atas dapat menyebabkan penurunan perekonomian jika tidak dikelola dengan baik. Sebagai contoh sumber daya alam yang sangat melimpah di Indonesia seperti bahan tambang yang masih banyak tersimpan di dasar bumi, tidak dapat dikelola dengan baik oleh sumber daya manusia karena IPTEK yang dimiliki masih kurang dibandingkan dengan Negara-negara berkembang lainnya. Hasilnya adalah banyak bahan tambang di Negara Indonesia yang dikelola oleh pihak asing. dengan begitu hasil dari bahan tambang itu sekarang bukan hanya milik Indonesia saja tetapi sebagian besar menjadi milik Negara yang mengelolanya dengan IPTEK yang lebih baik. dengan begitu Indonesia mendapatkan sedikit keuntungan dalam bidang ekonomi.
Jika Indonesia memiliki IPTEK yang cukup untuk mengelola seluruh kekayaan alam di Negara ini, maka Indonesia dapat mengimpornya ke Negara luar. Dan pasti Indonesia memeliki keuntungan yang jauh lebih besar dan digunakan sebagai uang Negara untuk membangun fasilitas-fasilitas umum bagi rakyatnya yang bertujuan untuk lebih mencerdaskan dan menyejahterakan rakyatnya.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar